karenaAllah #tawakkal #baik #tazkiyatunufus Meninggalkansesuatu karena Allah إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادى له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شري ك له KisahMenakjubkan: Ikhlas Karena Allah, Diberi Lebih Baik "Buah dari menundukkan pandangan, meninggalkan makanan haram, serta taubat !" Di Damaskus, ada sebuah mesjid besar, namanya mesjid Jami' At-Taubah. giHIo8. Muslimah News, NAFSIYAH — Manusia terkadang diberikan kenikmatan terus-menerus sehingga akhirnya membuat ia kurang sensitif dengan nikmat tersebut. Kemudian ia sering membanding-bandingkan kenikmatan yang didapatkannya dengan orang lain. Padahal Allah mencukupi hidupnya, sesuai dengan apa yang ia butuhkan. Allah tidak hanya menciptakan dunia, tetapi juga menurunkan sejumlah aturan untuk dipatuhi oleh hamba-Nya. Aturan-aturan tersebut sama sekali tidak boleh dilanggar. Ada halal dan haram, ada perintah serta larangan. Saat manusia menjalankan suatu perintah, kadang ia harus meninggalkan perkara yang disukainya, ketika itu pula ia harus menelan rasa pahit. Seluruh perintah dari Allah Taala hanya akan dilakukan oleh orang-orang mukmin. Karena mereka bersabar dan meyakini bahwa kehidupan sebenarnya yang terdapat berbagai kenikmatan hanya ada di surga. Seorang mukmin meyakini sabda Rasulullah saw., “Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” HR Ahmad Seorang mukmin akan meninggalkan penipuan dalam jual beli. Ia yakin bahwa Allah akan mendatangkan keberkahan pada jual belinya. “Kedua orang penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih khiyar selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang, keduanya akan memperoleh keberkahan dalam transaksi tersebut. Sebaliknya, bila mereka berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya akan hilang keberkahan bagi mereka dalam transaksi itu.” Muttafaqun alaih. Seorang mukmin pun akan meninggalkan sifat pelit. Ia memahami bahwa gemar memberi akan menjadikannya mulia di sisi manusia dan menjadi bagian orang-orang yang beruntung. Firman Allah Taala, “Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” QS At-Taghabun 16. Tidak hanya itu, seorang mukmin juga akan meninggalkan sifat sombong, ia memilih tawaduk karena hal itu akan meninggikan derajatnya di dunia. Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah seseorang memiliki sifat tawaduk rendah diri karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” HR Muslim. Seorang mukmin meninggalkan rasa dendam dan mudah memaafkan sesama manusia. Karena ia memahami Allah akan menganugerahkan kemuliaan pada dirinya. Sabda Rasul saw., “Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf, melainkan akan semakin memuliakan dirinya.” HR Muslim Bahkan, ada ganjaran yang luar biasa dari Allah Taala jika seorang muslim meninggalkan kemaksiatan karena-Nya. Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang meninggalkan kehinaan maksiat menuju kemuliaan taat, Allah akan membuatnya kaya tanpa harta, mengukuhkannya tanpa tentara, dan membuatnya berjaya tanpa massa pendukung.” HR Baihaqi Kita bisa mengambil ibrah dari suatu kisah yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali. Ia menceritakan tentang Utbah al-Ghulam. Utbah pernah menjadi pelaku maksiat kelas kakap sebelum menjadi seorang waliyullah. Suatu waktu ia tertarik untuk menghadiri majelis Syekh Hasan al-Basri di Irak. Kemudian ia menanyakan perihal maksiat yang pernah dilakukannya kepada Syekh Hasan. “Wahai Syekh, apakah orang seperti aku yang selama hidupnya berbuat maksiat, akankah tobatku diterima Allah Taala? “ Syekh menjawab, “Ya, Allah Taala akan menerima tobatmu dan mengampunimu.” Utbah kaget dan seketika ia pingsan setelah mendengar jawaban Syekh Hasan. Setelah ia siuman, ia menanyakan kembali tentang perbuatan maksiat yang pernah dilakukannya. Kembali pula Syekh Hasan menjawab dengan jawaban yang sama. Utbah pingsan lagi karena gembira sekali. Saat Utbah sadar, ia mengangkat mukanya dan berdoa kepada Allah Swt., “Ya Allah, kalau benar Engkau telah mengampuni dosaku, mudahkanlah aku dalam memperlajari ilmu agama. Ya Allah, kalau benar Engkau telah mengampuni dosaku, anugerahi aku suara yang indah untuk melantunkan Al-Qur’an. Ya Allah, kalau benar dosaku telah Engkau ampuni, penuhi kecukupan makanan untukku setiap hari.” Doa Utbah ternyata dikabulkan Allah Taala. Ia diberikan kemudahan memahami ilmu agama hingga menjadi orang yang dalam ilmunya. Allah juga menganugerahinya suara indah, sehingga banyak orang kafir masuk Islam saat mendengar bacaan Al-Qur’an darinya. Allah juga memberikan beberapa potong roti lengkap dengan kuahnya setiap pagi untuknya Mukasafah al-Qulub. Inilah balasan Allah Swt. kepada hamba-Nya yang meninggalkan maksiat. Oleh karena itu, Saudariku, jangan ragu untuk meninggalkan larangan Allah, yakni meninggalkan berbagai bentuk kemaksiatan, karena Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Begitu pula kita tidak boleh ragu untuk meninggalkan sistem sekularisme dan menerapkan sistem Islam, karena Allah akan berikan keberkahan dan rahmat-Nya jika kita tunduk dan taat pada-Nya. Wallahualam. [MNews/Rndy-Rgl] Foto sampul iStock Tidak diragukan lagi, bahwa syahwat memiliki peran layaknya penguasa bagi jiwa dan pengendali bagi hati. Karenanya, membebaskan jiwa dari kungkungan syahwat amatlah berat. Akan tetapi, barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupkannya. Barangsiapa yang meminta pertolongan kepada-Nya maka niscaya Allah akan KuncinyaMendapatkan Ganti Yang Lebih BaikBeberapa Contoh Ikhlas KuncinyaSeorang hamba akan menemui kesulitan untuk meninggalkan apa-apa yang diinginkan hawa nafsunya manakala hal tersebut dilakukan dengan niat karena selain Allah Azza Wa Jalla. Adapun ketika seorang hamba meninggalkannya dengan niat yang ikhlas karena Allah semata, maka niscaya dia tidak akan menemukan kesulitan yang berarti kecuali pada kali pertama saja, sebagai cobaan terhadap apa yang diusahakannya. Seorang yang bersabar untuk menahan nafsunya sesaat niscaya dia akan mendapatkan kelezatan yang Ganti Yang Lebih BaikManakala keinginan jiwa terhadap perkara-perkara yang diharamkan begitu besar, hasrat untuk memenuhi panggilan nafsu tersebut begitu kuat, ditambah dengan banyaknya sarana untuk melakukannya, maka semakin besar pula ganjaran yang Allah sediakan bagi mereka yang mampu untuk meninggalkannya. Allah lipat gandakan pahala bagi mereka yang ber-mujahadah untuk melepaskan jiwa dari kungkungan sesungguhnya barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka niscaya Dia akan menggantikannya dengan yang lebih baik. Ganti yang akan Allah berikan bermacam-macam. Ganti yang paling utama adalah kebahagiaan bersama Allah, kecintaan, dan ketenangan hati tatkala mengingat Nya. Selain itu, Allah pun akan mengganti dengan bertambahnya kekuatan, semangat, dan harapan yang tinggi akan keridhaan kepada-Nya saja. Iapun akan mendapatkan ganjaran dan kebaikan dalam kehidupan dunia, serta apa yang telah Allah siapkan untuknya di akhirat kelak. Beberapa Contoh Berikut ini beberapa contoh, barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah berikan ganti yang jauh lebih baik Barangsiapa yang meninggalkan perbuatan meminta kepada dukun dan tukang sihir, maka Allah akan menganugrahkan kesabaran dan kejujuran dalam tawakkal serta terealisasinya tauhid yang murni dalam dirinya hanya kepada Allah yang meninggalkan dunia dan kesibukannya yang melalaikan, Allah akan menyatukan semua urusannya, Allah jadikan kekayaan ada di dalam hatinya dan dunia datang kepadanya dalam keadaan dunia itu hina yang meninggalkan teman yang buruk, yang ia sangka temannya itu dapat memberikan kegembiraan atau kesenangan berhadap dirinya, maka Allah gantikan baginya teman-teman yang baik, teman yang akan setia bersamanya dalam keadaan sulit dan senang. Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan walaupun dia adalah pihak benar, niscaya Allah gantikan untuknya sebuah rumah di tepi surga. Allah selamatkan dia dari segala pertikaian, terpelihara kebersihan hatinya dan ditutup segala yang meninggalkan sifat curang dalam jual beli, Allah akan tambahkan kepercayan manusia kepada dirinya. Manusia pun ridha terhadap barang yang meninggalkan riba dan pekerjaan yang buruk, niscaya Allah akan memberikan keberkahan dalam rizkinya dan Allah akan membukakan baginya pintu-pintu kebaikan dan yang meninggalkan dari melihat hal-hal yang diharamkan Allah, maka Allah akan gantikan untuknya firasat yang kuat, cahaya yang bersinar di dalam hatinya dan ketentraman yang meninggalkan sifat takabur sombong dan senantiasa menghiasi dirinya dengan sifat tawadhu’, maka Allah sempurnakan kedudukannya dan tinggikan derajatnya. Rasulullah Shalallahualaihi Wassalam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim “Barangsiapa yang bersikap tawadhu’ karena Allah, maka Dia akan mengangkatnya di hadapan manusia”.Barangsiapa yang meninggalkan lezatnya tidur di malam hari, dia bangkit untuk menunaikan sholat malam karena Allah Azza Wa Jalla, maka Allah akan gantikan untuknya kegembiraan, semangat dan kebahagiaan di pagi bertekad yang meninggalkan rokok, minuman yang memabukkan dan obat-obatan terlarang, maka Allah akan menolongnya untuk meninggalkan semua itu. Allah gantikan untuknya dengan kesehatan dan kebahagiaan yang hakiki, bukan kebahagiaan atau kesenangan yang semu dari perkara yang terlarang tersebut. Barangsiapa yang meninggalkan membalas dendam dalam keadaan dia mampu untuk melakukannya, maka Allah akan gantikan untuknya kelapangan dada dan kedamaian dalam hati. Karena sesungguhnya dalam pemberian maaf ada kedamaian , ketenangan, kesenangan yang hakiki dan kemulian diri, yang kesemuanya tidak akan didapatkan dari membalas yang meninggalkan al-Isyq atau perasaan cinta yang terlarang, memutuskan semua sebab-sebab yang dapat membawanya kepada cinta tersebut, dan memboikot dirinya agar tidak terjerumus kedalamnya seraya mengharap wajah Allah dengan sepenuh jiwanya, niscaya Allah akan memberikannya rizki berupa kedamaian jiwa dan kemuliaanya, Allah selamatkan dirinya dari segala bentuk kesusahan, memenuhi hati nya dengan rasa mahabbah hanya kepada Allah barangsiapa yang meninggalkan sesuatu Karena Allah maka niscaya Dia akan menggantikannya dengan yang lebih baik dari apa yang telah ditinggalkannya. Sesungguhnya balasan itu sesuai dengan jenis perbuatannya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya Barangsiapa yang beramal kebaikan walau seberat biji dzarroh pun niscaya dia akan melihat balasannya, dan barangsiapa yang mengerjakan keburukan seberat dzarrah pun , niscaya dia akan melihat balasannya pula” QS. Al-Zalzalah 7-8 Sumber Ceramah Syaikh Abdullah Asy Syamiri di radio Idza’atul Qur’an Saudi Arabia, diterjemahkan oleh Muhammad IhsanArtikel Buletin Al Hikmah edisi 1-2, dipublikasi ulang oleh